Penyediaan Data Satellite Derived Bathymetry Menggunakan Metode Transformasi Rotasi (Studi Kasus Teluk Kayeli Namlea Maluku) Provision of Satellite Derived Bathymetry Data using The Rotation Transformation Method (Case studi of Kayeli Namlea Maluku Bay)

Main Article Content

Ade Fajarico
Yose Rinaldy Nababan
Kuncoro Teguh Setiawan
Johar Setiyadi
Endro Sigit

Abstract

Kurangnya ketersediaan data batimetri di perairan dangkal merupakan suatu hambatan dalam proses updating peta laut Indonesia. Berdasarkan permasalahan tersebut maka teknologi penginderaan jauh memberikan peluang besar untuk mendukung penyediaan data di perairan dangkal secara efektif dan efisien, perolehan data batimetri menggunakan metode Satellite Derived Bathymetry (SDB) ini dianggap efektif dan efisien dalam mendapatkan  informasi  kedalaman  di  perairan  dangkal. Tujuan  penelitian  ini  melakukan pemodelan empirik citra satelit SPOT-7 menggunakan algoritma Transformasi Rotasi di lokasi Teluk Kayeli Namlea. Hasil informasi batimetri analisa akurasi yang didapat berupa nilai R² sebesar 0,7575 Selanjutnya dilakukan perhitungan Total Vertical Uncertainty (TVU) sesuai dengan ketentuan S-44 IHO Edisi 5 (2008) terhadap 6 kelompok kedalaman. Pada kedalaman 0 sampai 2 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 90% dari 20 data dengan ketelitian 0.52 meter, pada kedalaman 2,1 sampai 5 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 43% dari 30 data dengan ketelitian 1,51 meter, pada kedalaman 5,1 sampai 10 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 39% dari 23 data dengan ketelitian 2,04 meter, pada kedalaman 10,1 sampai 20 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 0% dari 32 data dengan ketelitian 4.06 meter, dan pada kedalaman 20,1 sampai 30 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 10% dari 30 data dengan ketelitian 7,62 meter.

Article Details

Section
Articles

References

Arya. (2016). Ekstraksi Kedalaman Laut Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Perairan Teluk Belangbelang Mamuju Provinsi Sulawesi Barat). Jurnal HIDROPILAR, 2(1), 15-25. DOI:10.37875/hidropilar.v2i1.39.

Bobsaid, M. W., & Jaelani, L. M. (2017). Studi Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 dan Sentinel-2A (Studi Kasus Perairan Pulau Poteran dan Gili Iyang Madura). Jurnal Teknik ITS, 6(2), A641-A644. DOI:10.12962/j23373539.v6i2.24182.

Danoedoro, P. (2012). Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.

IHO. (2008). Standars For Hydrographic Surveys 5th Edition, Special Publication No 44. Monaco. Kanno. (2011). Shallow Water Bathymetry From Multispectral Satellite Images. Coastal Engineering Journal, 431-450.

Penggalih, A. (2017). Analisis Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Satelit SPOT-7 (Studi Kasus Perairan Teluk Sabang). Skripsi, Program Studi S1 Hidrografi, STTAL.

Poerbandono, D. E., & Djunarsjah, E. (2005). Survei Hidrografi. Bandung: Refika Aditama.

Risti, A. (2010). Memotong Citra, Koreksi Radiometrik, dan Koreksi Geometrik. Katalog Geografi, 17.

Santoso, A. I. (2008). Kajian Pulau-Pulau Terluar Untuk Menentukan Batas Wilayah Maritim Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Pulau Nipa, Provinsi Kepulauan Riau).Tesis Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Setiawan, K. T., Osawa, T., & Nuarsa, I. W. (2013). Aplikasi Algoritma Van Hengel dan Spitzer Untuk Ekstraksi Informasi Batimetri Menggunakan Data Landsat-8. Jakarta: LAPAN .

Sirait, R. (2015). Ekstraksi Kedalaman Laut Untuk Mendukung Daerah Latihan Pendaratan Pasukan Dengan Menggunakan Teknologi Penginderaan Jarak Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Pulau Damar Provinsi DKI Jakarta). Skripsi, Program Studi S1 Hidros, STTAL.

Susilo. (2008). Dasar-Dasar Penginderaan Jauh Kelautan. Bogor: Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Sutanto. (1992). Penginderaan Jauh Dasar I. Yogyakarta Gadjah Mada University Press.